5 Dampak Positif dan Negatif Bermain Game Online pada Anak – Kompas.com – Edukasi Kompas.com

5 Dampak Positif dan Negatif Bermain Game Online pada Anak

KOMPAS.com – Bermain game online bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, terutama untuk anak yang sedang gemar-gemarnya mengeksplorasi dunia di balik layar gawai.
Seperti aktivitas lainnya, bermain game online juga memiliki dampak negatif dan positif. Game yang sesuai dengan usia anak dapat memberikan dampak positif jika dikelola dengan baik, contohnya dengan tidak bermain secara berlebihan.
Pasalnya, game online terkoneksi langsung dengan internet, alias real time, sehingga tidak bisa di-pause.
Itulah mengapa, sudah sewajarnya bila orangtua ikut memperhatikan apakah game tersebut mulai memberi dampak negatif kepada anak.
Baca juga: Tanpa Hukuman, Ini Cara Sukses BPK Penabur Latih Kedisiplinan Siswa
Berikut dampak game online pada anak, baik secara negatif dan positif, merangkum laman platform edukasi Zenius:
Bermain game online memang dapat memberikan efek yang buruk kepada anak, jika dilakukan secara berlebihan.
Namun, orangtua tidak dapat sepenuhnya mengabaikan dampak positif yang ada dari bermain game online.
Sebuah studi oleh The Queensland University of Technology mendapatkan temuan bahwa bermain game online dapat meningkatkan kemampuan berpikir pada anak.
Hal ini dikarenakan game yang mengharuskan anak untuk mengikuti instruksi, mempertimbangkan tindakan, dan menanggapi masalah.
Hal tersebut dapat membantu anak dalam mengembangkan keterampilan berpikir yang penting, yaitu literasi, pemecahan masalah dan perencanaan, dan perhatian terhadap detail.
Baca juga: Belajar dari Orangtua Jepang Cara Menanamkan Disiplin pada Anak
Dampak positif pertama yang bisa dirasakan anak adalah menambah dan mengasah aktivitas otak.
Permainan dapat memicu anak untuk konsentrasi tinggi sehingga fokus dalam meraih skor yang tinggi.
Tidak hanya itu, strategi yang tepat juga dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu misi. Hal ini akan memicu otak untuk mencari inovasi agar menang melawan musuh.
Anak dapat menjadi pribadi yang siap untuk menerima kekalahan ketika bertemu musuh.
Dengan begitu, kekalahan tidak direspons dengan rasa putus asa atau rendah hati ketika berhadapan dengan kemenangan.
Hal ini bisa membuat anak menjadi jujur dalam bermain karena mengikuti aturan yang ada.
Bermain game online dapat memicu anak untuk belajar sesuatu yang baru. Hal ini karena pengetahuan tidak hanya didapat lewat pelajaran sekolah, karena game online juga dapat memberikan pembelajaran.
Contohnya adalah pengetahuan tentang budaya, sejarah, geografi, dan beragam hal lainnya yang menjadi isi dari game tersebut.
Baca juga: Zenius-Disney Hadirkan Platform Belajar Interaktif untuk Siswa SD
Dalam game online, anak bisa mendapatkan dampak positif secara tidak langsung untuk melatih kemampuan menyelesaikan masalah.
Hal ini membuat anak mampu menyusun rencana, melakukan berbagai cara agar maju, dan mengambil keputusan yang tepat.
Dampak positif bermain game online yang terakhir adalah meningkatnya kreativitas dan keterampilan pada anak.
Hal ini mencakup kemampuan menggambar, mewarnai, dan menulis cerita.
Dampak negatif dalam bermain game online ini bisa muncul ketika anak bermain berlebihan atau terlalu sering.
Dilansir melalui laman Kementerian Kesehatan, dikatakan kalau kecanduan game online, memiliki akibat yang fatal.
Akan terjadi gangguan pada otak yang mengakibatkan sebuah ketergantungan atau kecanduan.
Seseorang yang mengalami kecanduan tersebut, akan kehilangan beberapa fungsi otaknya, yaitu kemampuan untuk memusatkan perhatian, merencanakan tindakan, dan kemampuan untuk membatasi.
Dengan begitu, untuk menghindari dampak buruk ini, orangtua perlu melakukan pengawasan terkait lamanya anak bermain hingga jenis permainan yang dimainkan oleh anak (apakah sesuai dengan usianya).
Baca juga: 7 Tanda Anak Cerdas dan Berpotensi Punya IQ Tinggi
Menatap layar gawai berlama-lama tentu akan berdampak pada kesehatan mata si Kecil. Kesehatan mata yang terganggu ini bisa dalam bentuk kelelahan yang dialami mata, muncul atau bertambahnya minus pada mata, sampai gangguan atau kerusakan di saraf mata.
Bermain game online secara berlebihan atau sampai kecanduan, bisa berdampak pada gangguan konsentrasi anak.
Hal ini karena adanya perubahan pada saraf otak yang membuat konsentrasi anak menurun, sehingga anak gagal fokus serta mudah lupa.
Seharian hanya duduk dan bermain game bisa membuat anak menjadi kurang bergerak. Lama kelamaan hal ini bisa berdampak bagi kemampuan motoriknya yang akan menurun.
Akibatnya, pertumbuhan badan anak tidak maksimal dan muncul risiko obesitas.
Baca juga: 5 Cara Menentukan Jumlah Uang Jajan Anak SD-SMA Menurut Ahli
Kecanduan bermain game online bisa membuat anak mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.
Dalam hal ini, komunikasi tidak hanya merupakan kegiatan mendengarkan dan merespons ucapan orang lain, tetapi juga membaca ekspresi lawan bicara.
Kecanduan bermain game online yang memiliki unsur kekerasan bisa memicu anak menjadi pribadi yang lebih agresif dan emosi yang tinggi.
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa orangtua lakukan agar anak terhindar dari dampak negatif bermain game online:
1. Memberikan batasan waktu pada anak ketika bermain game online.
2. Mendampingi anak saat bermain game online.
3. Melakukan aktivitas menyenangkan bersama anak, selain bermain game online.
4. Memberikan konsekuensi pada anak ketika aturan tidak ditaati.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

source