China Batasi Anak Main Game Online, Maksimal 3 Jam Seminggu – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Anak-anak serta remaja berusia di bawah 18 tahun di China akan dibatasi untuk memainkan game online. Menurut aturan baru oleh Administrasi Pers dan Publikasi Nasional China (NPAA), mereka hanya boleh main video game online tiga jam per minggu.
Disebutkan jika anak-anak di bawah 18 tahun hanya boleh bermain game satu jam sehari pada pukul 8-9 malam selama akhir pekan dan hari libur resmi. Aturan itu adalah cara agar menjaga kesehatan fisik dan mental para anak-anak, seperti dikutip CNBC Internasional, Selasa (31/8/2021).
Aturan berlaku bagi perusahaan yang menyediakan layanan game online untuk anak-anak. Akan ada pembatasan kemampuan untuk melayani pengguna di luar jam yang telah ditentukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, perusahaan juga tidak akan diizinkan memberikan layanan pada pengguna yang login tidak menggunakan nama asli. Ini mencegah para perusahaan mengabaikan latar belakang para pengguna.
Aturan NPAA terbaru ini mengurangi jam main anak sebelumnya. Dalam aturan di tahun 2019, orang di bawah usia 18 tahun boleh bermain game 1 jam perhari hampir setiap hari.
Pembatasan terbaru juga akan berdampak pada penurunan jumlah pemain game. Namun Analis Senior Niko Partners, Daniel Ahmad memperkirakan aturan itu tidak akan berdampak material signifikan untuk perusahaan game.
“Ada lebih dari 110 juta anak di bawah umur yang bermain video game di China hari ini dan kami memperkirakan batasan baru akan mengarah para penurunan jumlah pemain dan pengurangan jumlah waktu dan uang yang dihabiskan di permainan oleh mereka berusia di bawah 18 tahun,” kata Daniel Ahmad.
“Namun kami tidak memperkirakan penurunan pembelanjaan memiliki dampak material yang signifikan pada laba perusahaan game mengingat batasan waktu dan pembelanjaan telah dilakukan untuk anak-anak selama dua tahun terakhir,” jelasnya.
Aturan baru ini juga menjadi pukulan terbaru bagi para raksasa game China seperti Tencent dan NetEase. China diketahui menyerang perusahaan di berbagai bidang dengan aturan seperti anti monopoli dan perlindungan data.
Sementara dalam pernyataannya, Tencent berkomitmen menerapkan persyaratan baru dan mendukung aturan tersebut.
Dalam beberapa bulan terakhir, Tencent diketahui mengambil langkah lebih dulu dibanding regulator setempat. Yakni bulan Juli, Tencent memperkenalkan persyaratan untuk gamer melakukan pengenalan pemindaian wajah di ponsel untuk memverifikasi apakah pengguna sudah dewasa.
Sedangkan NetEase tidak segera memberikan komentar saat dihubungi CNBC Internasional.
Namun dikabarkan saham NetEase yang terdaftar di Amerika Serikat (AS), turun 4% pada hari Senin (30/8/2021).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source