Diam-diam Induk TikTok Jadi Pesaing Tencent di Game Online – CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Induk TikTok, ByteDance meraup pendapatan fantastis dari sektor game hanya dalam waktu setahun. Dari periode 21 Juni 2021-20 Juni 2022, pemilik TikTok menghasilkan US$1 miliar (Rp 14,8 triliun) dari pengeluaran pemain di seluruh game selulernya.
Laporan analitik data Sensor Tower, terungkap jumlah tersebut melonjak 16% dari periode yang sama tahun lalu, dikutip dari CNBC Internasional, Selasa (28/6/2022).
ByteDance diketahui bergerak di sektor aplikasi video pendek TikTok dan Douyin versi China. Namun akhirnya perusahaan bergerak ke game seluler dan mendirikan unit bisnis game khusus secara internal pada awal tahun ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Tahun lalu, perusahaan juga telah mengakuisisi studio game besar Moonton dan C4. Ini membantu memberikan dorongan besar pada usahanya di luar negeri dengan membeli game populer sebagai bagian dari kesepakatan.
Sebagai besar pengeluaran pemain adalah dari akuisisi ByteDance, misalnya Mobile Legends: Bang Bang menghasilkan US$317,7 juta sekitar 32% total keseluruhannya. Girls Chronicle C4: Idle Heroine memiliki pendapatan tertinggi kedua.
“Penawaran ByteDance untuk pengembang Mobile Legends Moonton dan Girls Chronicle C4 telah transformatif,” jelas ahli strategi wawasan seluler di Sensor Tower, Craig Chapple.

“Ini membangun operasi gamenya dengan sangat cepat sehingga telah menjadi penerbit game seluler yang signifikan, khususnya di China dan Asia. Jalannya masih panjang untuk mengejar kelas berat misalnya NetEase dan Tencent, namun bergerak ke arah yang benar”.
Dalam periode yang sama, Tencent meraup US$7,9 miliar secara global dari pengeluaran pemain di seluruh game. Sedangkan NetEase mencapai US$3,1 miliar.
ByteDance nampaknya meniru langkah yang diambil Tencent dan NetEase yang melihat pasar internasional. Ini juga menguatkan perusahaan saat regulator China memperketat pengawasan pada sektor game dan domestik.

“Tahun lalu perusahaan menghabiskan untuk mengembangkan operasinya di China dan internasional. Dalam menghadapi tantangan regulasi di China, kita mungkin melihat ByteDance bergabung dengan Tencent dan NetEase dan memperluas operasinya lebih jauh secar internasional, sesuatu yang telah dimiliki perusahaan dengan pengalaman dan kesuksesan besar dengan Tiktok,” kata Chapple.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

source