Duh… Anak di Tasik Kecanduan Game Online hingga Nekat Curi Uang – detikJabar

Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya mengungkap kasus keranjingan game online. Bahkan ada anak di Tasikmalaya Selatan yang kecanduan game online slot hingga nekat mencuri uang dan berutang.
“Baru satu laporan yang masuk ke kami terkait anak keranjingan main game online dan itu memang mengkhawatirkan,” ucap Ketua KPAID Tasikmalaya Ato Rinanto saat dihubungi detikJabar, Senin (11/7/22).
Menurut laporan dari pihak keluarga, anak tersebut sudah bermain game online sejak 4 bulan lalu. Kecenderunganya sering menyendiri hanya dengan telepon pintar.
“Anak tersebut dilaporkan ke KPAID karena perilaku anak tidak wajar atau tidak seperti anak biasanya. Sering menyendiri dan terus pakai HP,” ujar Ato.
Tragisnya lagi, sang anak ini berani mencuri orang tuanya untuk bermain game.
“Orang tua anak tersebut juga sering kehilangan uangnya dari rumah. Ternyata setelah di telusuri bahwa anaknya yang membawa uangnya itu,” kata Ato.
Bahkan tidak sampai di situ, anak tersebut berani meminjam uang dari temannya untuk sekedar bisa bermain game online.
“Utangnya anaknya sampai jutaan untuk modal bermain game online,” kata Ato.
KPAID Kabupaten Tasikmalaya akan melakukan pendampingan psikologis untuk memulihkan anak dari kecanduan game.
“Laporan tersebut, untuk sekedar pemulihan psikologisnya, sehingga kecanduan game online itu sembuh maka.kami dampingi dan periksa oleh Psikiater,” ungkap Ato
Ato menuturkan peran orang tua dibutuhkan agar anak terhindar dari kebiasaan kurang baik. Kontrol yang kuat dari orang tua, kata dia, jadi modal dasar peristiwa anak kecanduan game bisa dihindari.
“Orang tua ini harus bisa mengontrol HP anak, apa saja yang lakukan anak dalam HP,” katanya. Saya imbau orang tua selalu mengontrol apa yang dilakukan oleh anaknya di rumah,” kata Ato.

source