Informasi Cara Dan Tips Komputer Terbaru

Operator digital besutan XL Axiata, Live.On menghadirkan paket internet kuota 75 GB menggunakan harga Rp 135.000.Paket internet modern itu ditujukan buat pelanggan generasi muda yg haus akan kuota data melimpah. Paket Power Blast 75GB itu diperlukan dapat memaksimalkan penggunaan layanan digital, baik buat kebutuhan belajar online maupun lainnya.

“Internet memiliki peran yg penting bagi rakyat Indonesia, terlebih bagi anak-anak belia. Di masa pandemi ini, internet menjadi solusi primer buat permanen produktif, mulai untuk melakukan aksi solidaritas, penyebaran berita penanganan pandemi, hingga mengganti tata cara berkomunikasi dengan satu sama lain,” ujar Strategic Project Live.on, XL Axiata Mark Jefferson Chua Go dalam siaran persnya, Minggu (14/11/2021).

Berikut manfaat paket internet Live.On Paket Blast 75GB ini, di antaranya:Kuota sebesar 75GBBerlaku selama 30 hari, bisa dipakai buat seluruh pelaksanaan & jaringan20 mnt GRATIS nelpon ke semua operator20 SMS GRATIS ke seluruh operatorDidukung jaringan XL Axiata 4.5GKuota primer yg tidak habis bisa dibawa ke bulan berikutnya sampai 1.000GB (Data Rollover) selama paket diperbarui sebelum masa aktifnya habis3GB kuota darurat (emergency)

Live.On memastikan tiap pengguna mencicipi pengalaman digital yang cepat & mudah buat memesan, membayar, aktivasi, mengontrol paket data, bahkan konsultasi menggunakan tim Customer Service (bukan bot!) seluruh dalam satu aplikasi. Mark menambahkan, dengan paket internet dari Live.On, pelanggan bisa bebas mengatur sendiri kebutuhan akses internetnya, berbekal kuota yg akbar.

Dengan memakai Live.On, pelanggan akan bisa terhindar kuota paket internet yg terbagi-bagi, sisa kuota yg selalu hangus, juga pulsa yang terus terpotong ketika kuota internet habis. Para pengguna Live.on pula dapat menyesuaikan paket internet yg dibelinya sesuai kebutuhan dengan banyak sekali add-on yg tersedia. Untuk yg menginginkan kuota, mnt telpon, ataupun SMS lebih poly lagi menggunakan harga terjangkau, pengguna Live.On dapat menggunakan gampang mengaktivasi add-on dari paket internet utamanya secara langsung berdasarkan aplikasi.Apple Tolak Standarisasi USB-C Yang Ditetapkan Uni Eropa

Uni Eropa baru saja mengumumkan semua produk elektro, termasuk ponsel, harus memakai port USB-C buat mengisi daya. Proposal ini akan memaksa Apple buat menggunakan USB-C di iPhone, tapi bukan nir mungkin mereka akan membuatkan iPhone tanpa port atau lubang sebagai penyelesaiannya.Seperti diketahui, iPhone menggunakan port Lightning buat mengisi daya dan transfer data. Apple sepertinya tidak berniat beralih ke USB-C, meski beberapa produknya misalnya iPad & MacBook telah menggunakan USB-C.

Apple jua menolak proposal Uni Eropa lantaran dipercaya Mengganggu inovasi meski memiliki tujuan yg baik, yaitu mengurangi sampah elektronika. Sebelumnya mereka jua berargumen kebijakan ini justru akan berdampak jelek pada lingkungan karena pengguna iPhone jadi wajibmembuang aksesoris Lightning lamanya lantaran sudah tidak sinkron baku.

Proposal Uni Eropa ini hanya mencakup perangkat elektro yg menggunakan charger kabel. Jadi perangkat yg hanya mendukung wireless charging tidak wajibmenyisipkan port USB-C. Jika proposal ini disetujui oleh Parlemen Eropa, vendor ponsel & produk elektro mempunyai saat 24 bulan buat mengikuti aturan baru. Artinya Apple punya cukup ketika buat mengembangkan iPhone tanpa lubang bila nir ingin mengikuti aturan Uni Eropa.

Rumor soal iPhone tanpa lubang sebenarnya telah tersebar semenjak usang, tepatnya waktu Apple menghilangkan headphone jack pada iPhone 7. Bahkan analis ternama Ming-Chi Kuo sempat memperkirakan iPhone 13 akan hadir tanpa port Lightning & mengandalkan wireless charging. Prediksi itu tentu tidak menjadi kenyataan, tapi bukan berarti Apple berhenti membuatkan teknologi buat menghadirkan iPhone tanpa lubang. Misalnya, dalam tahun 2020 Apple meluncurkan wireless charger MagSafe beserta lini iPhone 12.

Dengan kapasitas pengisian hingga 15W buat iPhone 13 Pro, teknologi MagSafe memang nir sekencang yang ditawarkan vendor ponsel lainnya. Sebut saja OnePlus 9 Pro yg memperlihatkan wireless charging 50W. Tapi Apple mungkin sedang membuatkan teknologi wireless charging yg lebih cepat supaya mampu bersaing dengan ponsel Android.

Awal tahun ini, Kuo menyampaikan Apple tidak berencana menanggalkan port Lightning di iPhone dalam ketika dekat. “apabila iPhone menanggalkan Lightning di masa depan, iPhone mungkin akan mengadopsi desain portless dengan dukungan MagSafe ketimbang port USB-C,” istilah Kuo, seperti dikutip dari The Verge, Sabtu (25/9/2021). Ada alasan tersendiri mengapa Apple kukuh memakai port Lightning. Perusahaan besutan Steve Jobs ini mengandalkan usaha lisensi MFi, pada mana mereka mendapatkan pendapatan lewat aksesoris dan kabel Lightning yang dijual lewat acara lisensi MFi.

Apple jua mengontrol baku MagSafe lewat program MFi, untuk memastikan mereka tetap mendapatkan pemasukan menurut wireless charger buatan pihak ketiga yg dijual buat iPhone. Tapi apabila Apple berhasil membuat iPhone tanpa lubang pada dua tahun ke depan, bukan berarti masalah mereka berhenti pada situ. Dengan perkembangan teknologi wireless charging kiniyang makin beragam, bukan tidak mungkin Uni Eropa akan mengatur baku teknologinya pada masa depan.OPPO Reno6 Series 5G Untuk Gen Z Kreatif

Generasi Z yg kerap disebut generasi zoomer atau iGen ini adalah generasi yg lahir & dibesarkan pada tengah perkembangan teknologi internet dan media sosial. Lahir antara 1997 sampai 2012, gen Z sangat lekat menggunakan predikat sebagai generasi yang tak bisa dipisahkan dari smartphone. Tak heran, gen Z membuahkan platform media sosial Instagram sebagai sumber sekaligus ruang buat menggali ilham. Mereka menghabiskan poly ketika mengulik Instagram untuk menyunting gambar dan menciptakan versi paling aspiratif dari diri mereka sendiri.

Hal ini lantas membuat mereka punya preferensi spesifik soal smartphone buat dijadikan perangkat andal penunjang aktivitas sehari-hari. Sehingga sebagai generasi kreatif, mereka mengakibatkan desain, rona, & kemampuan multimedia sebagai kriteria dalam menentukan telepon pandai .

Selain itu, gen Z jua menginginkan ponsel pintar yg mempunyai desain dan rona menarik, dan punya fitur & teknologi modern, seperti jaringan 5G. Biasanya mereka memilih ponsel pandaidengan kualitas kamera belakang dan fitur aplikasi mumpuni. Generasi ini bisa dibilang menginginkan smartphone yang mampu menunjang pada hal kreativitas dan konektivitas 5G secara cepat pada era digital ketika ini. Seperti hal nya spesifikasi yg ditawarkan oleh OPPO Reno6 Series 5G.

Diketahui, OPPO Reno6 Series 5G yg terdiri berdasarkan OPPO Reno6 5G dan OPPO Reno6 Pro 5G memberikan pengalaman Portrait Video yang terbaik melalui konektivitas 5G yg cepat. Pasalnya, Reno6 Series 5G merupakan smartphone pertama yang memiliki cinematic bokeh effect buat video dan jua mendukung buat gaming. Begini ulasannya.

Keunggulan Kamera & Fitur Multimedia

OPPO Reno6 5G ini dibekali menggunakan 64MP AI Triple Camera di belakang & 32MP Selfie Camera di depan. Sementara OPPO Reno6 Pro 5G mempunyai 50MP AI Quad Camera di belakang & 32MP Selfie Camera pada depan, yg diperkuat sang sensor Sony IMX766. Kedua seri ini dilengkapi fitur peningkatan pencitraan misalnya Bokeh Flare Portrait Video, AI Highlight Video, Focus Tracking, Flash Snapshot, dan AI Palette. Fitur-fitur ini sanggup memanjakan penggunanya buat berkreativitas di sosial media.

Misalnya, Bokeh Flare Portrait Video pada smartphone ini mendukung visual sinematik yg lebih dramatis yg cantik bagi gen z yg punya kecenderungan aktif pada global sosial media. Pasalnya, dampak sinematik ini umumnya hanya didapatkan dari peralatan film profesional. Selain itu, OPPO Reno6 5G dilengkapi dengan AI Highlight Video’s Live HDR pada mana algoritma akan mengatur pencahayaan & menambahkan rona sesuai rona aslinya. Sementara, OPPO Reno6 Pro 5G dilengkapi menggunakan DOL-HDR yang menaikkan kualitas video dengan lebih jernih, warna lebih sinkron aslinya & jangkauan dinamis video sebagai 4 kali.

Chief Creative Officer OPPO Indonesia Patrick Owen mengungkapkan pihaknya sudah mengumpulkan puluhan ribu gambar yang diambil menggunakan lensa SLR menggunakan panjang penekanan yg tidak selaras. Hal ini untuk menganalisis gambar-gambar baik secara manual juga memakai AI buat meningkatan kemampuan algoritma yang dibutuhkan dalam Bokeh Flare Portrait Video dalam smartphone ini.

“Ukuran, kecerahan, & lingkaran cahaya dari setiap cahaya bokeh dihasilkan melalui pengoptimalan tingkat piksel sesudah pengenalan latar belakang cahaya menurut objek foto. Ini yang menciptakan pengaruh holistik menjadi lebih alami & fleksibel dibandingkan menggunakan filter gambar bokeh yg biasa diambil pada efek bokeh statis sederhana,” ujarnya dalam liputan tertulis, Selasa (14/9/2021).