Pengaruh Game Online terhadap Pelajar di Indonesia – Kompasiana.com – Kompasiana.com

Saya adalah seorang mahasiswa yang memiliki minat dalam dunia bisnis.
Selanjutnya
Tutup
Di zaman sekarang ini teknologi semakin berkembang, perkembangan dari teknologi informasi seiring berjalannya waktu semakin canggih dan juga menciptakan banyak sekali produk yang baru untuk mempermudah aktivitas manusia atau masyarakat. Produk produk tersebut adalah komputer, laptop, handphone, internet, dan televisi. Pada saat ini, hampir seluruh masyarakat memiliki produk produk teknologi informasi tersebut. Produk teknologi informasi tersebut tentu akan sangat mempengaruhi kehidupan bermasyarakat khususnya para pelajar. Internet menjadi salah satu dari produk teknologi informasi yang mempengaruhi para pelajar di Indonesia. Dan seperti yang kita ketahui pada internet terdapat banyak sekali hiburan dan salah satunya adalah game online.
Game online hadir sebagai salah satu hiburan yang dipilih oleh anak muda yang ada di Indonesia. Dalam beberapa tahun kebelakang beragam game yang dapat dimainkan secara online ini mengalami kenaikan peminat yang sangat jauh lebih tinggi dari sebelumnya, hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya warnet  yang muncul di kota besar termasuk juga di kota kecil. Game online memberikan hiburan kepada pemainnya yang tentunya memiliki aturan mainnya sehingga di dalam game tersebut ada yang menang dan juga kalah. Selain memberikan hiburan, game juga memfasilitasi para pemainnya dengan mengadakan event event pertandingan besar yang memotivasi para pemainnya untuk menjadi juara di event tersebut.
Kita tidak bisa menutup fakta bahwa game juga memberikan dampak positif untuk para pemainnya, seperti membuka lapangan pekerjaan baru (pro player), melatih para pemainnya untuk belajar bahasa inggris dan sebagainya. Salah satu pemain game yang sukses di Indonesia adalah Jess no limit alias Justin. Ia bisa berhasil sukses di Game Mobile Legends dengan beberapa capaian hebatnya seperti menjadi top 1 global di season yang ke enam pada game Mobile Legends, karena menjadi top 1 global ia mulai di kenal oleh banyak orang dan dari hal tersebut ia mendapatkan penghargaan Diamond Play Button yang artinya memiliki sepuluh juta subscribers pada youtube dan masih banyak lagi pencapaiannya. Game online akan memberikan dampak positif kepada para pemainnya apabila dimanfaatkan untuk hiburan, yang dimana segala rasa lelah dan juga stress yang di dapat dari kehidupan mereka dapat  dikurangi dengan cara bermain game. Tetapi, seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa pada zaman sekarang banyak sekali pemain dari game online yang memainkan gamenya secara berlebihan serta tidak jarang pula para penikmat game online memanfaatkan gamenya sebagai tempat untuk melarikan diri dari kenyataan hidup mereka sehingga mengakibatkan para pemainnya kecanduan pada game online.

Orang dewasa di anggap lebih kecil kemungkinannya untuk kecanduan game online jika dibandingkan dengan remaja. Masa masa remaja yang dimana sedang berada di masa ketidak stabilan cenderung akan lebih mudah untuk terjerumus kepada hal hal baru. Kecanduan pada game online akan memberikan dampak yang sangat buruk terhadap remaja khususnya para pelajar. Maka dari itu perlu untuk mengupayakan remaja agar terhindar dari kecanduan game online. Menurut Ghuman & Griffths (2012) menjelaskan bahwa ada masalah yang akan timbul dari aktivitas bermain game online dengan cara yang berlebihan seperti kurangnya rasa peduli terhadap orang sekitar, tidak bisa mengatur waktu, kesehatan, hingga menurunya prestasi akademik. Para pelajar yang telah kecanduan dengan game online akan semakin sulit untuk mengatur waktu bermainnya sehingga mengakibatkan para remaja tersebut mengabaikan realitas dunia dan terfokus kepada dunia game.

Menurut Lee, Yu & Lin (2007) kecanduan pada game online akan membuat performa akademik dari pemain game tersebut akan menurun. Pada saat waktu luang akan lebih baik jika digunakan untuk mempelajari pelajaran yang ada di sekolah tetapi pada kenyataanya remaja atau pelajar lebih memilih untuk menyelesaikan misi pada game online yang mereka mainkan. Pada umumnya daya konsentrasi pada remaja terganggu karena game online, yang mengakibatkan para pelajar lebih sulit untuk menyerap pelajaran yang diterangkan oleh guru. Tidak jarang juga para siswa menjadi malas belajar bahkan sampai bolos sekalah hanya untuk bermain game. Pelajar yang terlalu fokus dan juga ketergantungan kepada game online akan menyebabkan pikirannya menjadi selalu memikirkan game secara terus menerus. Hal tersebut tentu sangat tidak baik terutama untuk anak anak dan juga remaja di karenakan jika para pelajar sudah ketergantungan pada game akan sangat berdampak kepada masa depan mereka serta mereka juga yang akan menjadi penerus bangsa. Para pelajar ini harus sesegera mungkin di beri pengetahuan tentang bagaimana dampak buruk yang akan mereka dapatkan jika terus menerus bermain game online secara berlebihan. Beberapa dari mereka kehilangan motivasi belajar dan lebih termotivasi untuk mengejar misi dari game yang mereka mainkan.
Tidak jarang dalam bermain game online juga membutuhkan biaya untuk memainkannya, sebagai contoh bagi mereka para pelajar yang ingin memainkan game komputer tetapi tidak memiliki komputer mereka harus menyisihkan uang saku dari orang tua mereka untuk bermain di warnet. Tidak sedikit pula para pelajar yang belum memiliki penghasilan akan berbohong pada orang tuanya serta mereka juga akan melakukan berbagai macam cara seperti mengambil diam diam uang dari orang tua mereka hanya untuk bermain game online. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian dari Chen et al. (2005) bahwa mayoritas kejahatan game online adalah pencurian sebesar 73,7% dan penipuan sebesar 20,2%. Dari penelitian tersebut pula ditemukan sebuah fakta ternyara para pelaku kejahatan yang disebabkan oleh game online adalah remaja yang masih menempuh penididikan atau sekolah.
Sebagai upaya pencegahan para pelajar kecanduan game online dapat dilakukan dengan beberapa cara. Orang tua merupakan peran penting dalam pencegahan para remaja kecanduan pada game online karena orang tua lah yang paling banyak menghabiskan waktu dengan para pelajar yang kecanduan game online tersebut. Orang tua bisa memberikan nasehat, berargumen, membujuk, sampai ke dalam bentuk larangan. Para orang tua haruslah selalu berhati hati serta selalu mempertimbangkan segala keputusan yang  mereka berikan  kepada anaknya seperti memberikan anak untuk mengakses berbagai produk teknologi. Para orang tua dari pelajar pelajar ini dihimbau untuk lebih memantau anak anak mereka pada saat bermain game online sebab jika para orang tua kurang dalam pengawasan anak anaknya pada saat bermain game online, hal tersebut akan menjadikan potensi anak mereka akan kecanduan pada game online. Para pelajar yang telah terlanjur kecanduan oleh game online mereka akan menganggap bahwa masa depan mereka ada pada game online yang mereka mainkan sehingga hal tersebut menurunkan minat anak untuk melakukan aktivitas lain termasuk belajar. Pemantauan oleh orang tua ini bisa dilakukan dengan cara orang tua berusaha untuk selalu memiliki komunikasi yang baik dengan putra putri mereka, menaruh berbagai produk produk teknologi di tempat yang sekiranya mudah di amati oleh orang tua, serta orang tua selalu menunjukkan bahwa mereka selalu memperhatikan kegiatan sekolah anak. Para orang tua perlu untuk membatasi para anak anaknya dalam mengakses bermain game online. Orang tua bisa memberikan reward akses bermain game online kepada putra putrinya ketika mereka berprestasi dalam bidang akademik maupun non akademik dengan begitu secara tidak langsung anak akan termotivasi untuk melakukan aktivitas lain seperti belajar agar bisa berprestasi di sekolahnya.
Selain dari peran orang tua juga diperlukan peranan dari lingkungan sosial dari pelajar yang kecanduan game online tersebut, hal ini diperlukan agar upaya yang diusahakan bisa berjalan dengan lancar. Sekolah yang dimana sebagai sarana pendidikan juga dapat membantu untuk melancarkan upaya tersebut. Sekolah juga dapat mengintervensi dengan cara mempromosikan perilaku perilaku yang positif sebagai bentuk upaya pencegahan kecanduan pada game online.

source